Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

LGBT Bisakah disembuhkan? Virus atau sebuah gerakan penularan?

Selama di J og j a, selain sibuk dalam urusan kuliah, aku selalu tertarik mencari-cari kegiatan semacam seminar yang tidak dipungut biaya namun bisa pulang dengan membawa perut yang sudah diisi dengan makanan nan mengenyangkan, juga dapat secarik sertifikat yang nantinya jika sudah terkumpul banyak mungkin akan aku pajang di dinding kamar kostku sebagai rasa bangga atas apa yang selama ini pernah aku lakukan. Semacam benar-benar terlihat licik yaa. Nah, sebuah pengantar yang sebenarnya sangat tidak penting. Abaikan saja. Aku sedang tidak ingin membahas tentang motif aku tertarik mengikuti berbagai macam seminar atau apalah, namun kali ini aku akan membahas materi yang sangat menarik ketika aku mengikuti salah seminar yang diisi oleh pemateri yang cukup handal. Aku akan membagi ilmu yang sudah aku dapatkan saat itu. Kasus yang kerap kita jumpai di zaman yang semakin maju ini. Tentang LGBT. Apakah ia sebuh virus atau sebuah gerakan penularan? Lalu apakah sesuatu itu bisa disembuhka...

An Introduction

Namaku Awanda Erna. Sejak kecil aku dipanggil dengan sebutan Wanda. Panggilan itu selalu melekat hingga saat ini. Bisa dibilang aku hanya menumpang lahir di sebuah daerah kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, namun hidup menetap selama hampir 18 tahun di pulau paling besar di Indonesia, Kalimantan. Tepatnya di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Tempat yang kaya akan sumber alamnya, di sana penuh dengan berbagai macam sumber daya yang menggiurkan seperti batu bara, batu kapur, kelapa sawit, pohon karet, dan lain sebagainya. Kata kawan-kawanku, nama Kotabaru itu ada filosofinya. Jadi, hampir setiap tahun bangunan-bangunan besar di kota kabupaten selalu terjadi kebakaran, seperti pasar tradisional, mall, di pelabuhan, rumah-rumah warga, dan bangunan lainnya. Dan kebakaran itu memang terjadi. Entah apakah nama adalah doa, atau memang karena sering terjadi kebakaran dinamakan Kotabaru, sebab bangunannya selalu baru terus. Demi mengenyam pendidikan yang aku idam-idamkan meski bukan di kamp...